Senin, 28 Desember 2009

Mencari

Tiap langkah kumencari
Lelah mendaki
Beralas api menelusuri
Tuk segenggam debu yang berarti

Namun kecewa kudapati
Hanya ada debu tak berjiwa dan mati
Setinggi gunung kukantungi
Tak membuatku hidup barang sehari

Bukan hanya sekali
Sampai jenuh kumemaki
Menumpah ruah gejolak hati
Ternyata tak ada yang abadi

Yang kukejar dengan airmata
Malah lari menghindar

Yang datang tanpa kuundang
Pergi dan tak kembali

Seolah hidup ini hanya waktu sesaat
Untuk berbagi lalu lekas pergi
Tak perlu rasa untuk mengenang
Tersisa pahit tuk diingat

Aku masih mencari
Masih akan membuat alami
Yang datang biarlah datang
Yang pergi bergegaslah pergi

Hanya sebelum nafasku berakhir
Aku ingin ada untukku
Mengungkap hati
Yang benar abadi

Sabtu, 31 Oktober 2009

Kebebasan Bukanlah Kado

Orang bilang resiko berhubungan atau pacaran adalah kehilangan sebagian kebebasan kita sebagai cewek atau cowok. Demi cinta kita rela dihinggapi perasaan tidak enak,tenggang rasa, toleran dan saling menghargai setiap kali akan bertindak. Bahkan yang extrem ,tanpa disadari kita terkurung dalam perasaan untuk mengikuti apa yang dia suka dan apa yang dia benci, bahkan pergi kemana pun musti pakai acara "laporan",sehingga lama-lama kebebasan itu berubah jadi kekangan.
Memang tidak semua cowok atau cewek seperti itu, ada juga yang mempraktikkan konsep kebebasan dengan pasangannya. Tapi konyolnya kalo cowok atau cewek akhirnya memperbolehkan pasangannya untuk melakukan apa saja, dia menggangap dirinya telah "berjasa" memberikan kebebasan.....!!!

Bayangkan apabila gara-gara pacaran kita kehilangan satu kata yang sangat berarti dalam hidup kita "Kebebasan", sering kali para pasangan bersembunyi dibalik kata komitmen dan perhatian ketika sebenarnya tanpa disadari dia telah mengekang kebebasan seseorang, apa itu salah satu syarat dari suatu hubungan atau berpacaran....? saya rasa sih enggak ya..!!!

Berlawanan dengan kata mengekang, ada teman saya yang memberikan kebebasan penuh pada pasangannya, sampai-sampai karena terlalu bebas akhirnya pasangannya kebablasan dan meninggalkan teman saya dan memilih orang lain untuk jadi pendampingnya,yang lucu pada saat dia bercerita tentang perjalanan cintanya yang pahit ada satu kalimat yang membuat aku semakin yakin bahwa banyak orang yang kurang mengerti akan arti kebebasan yang sesungguhnya, dia bilang "Apasih kurangnya Gue...? padahal gue udah kasih kebebasan loh buat dia." Aduh boss sadar dong kebebasan itu bukan kado yang kita beri buat seseorang, memang sebelum kenal kau, dia tak memiliki kebebasan...?

Adakah yang berpendapat lain...?

Selasa, 27 Oktober 2009

Jika Gatotkaca Terserang Stres

Gatotkaca konon berotot kawat dan bertulang besi, namun ketika stresor datang menyerang , sama seperti manusia lainnya, dia tak berdaya, buktinya si Gatot sempet stress saat cintanya pada Pregiwa tak langsung terbalas, meski ujung-ujungnya happy ending juga, nah kalo Gatotkaca yang berotot kawat bertulang besi aja bisa terserang stres, apalagi orang biasa...?

Stres memang gangguan yang sangat fleksibel, karena ujung serangnnya bisa mengarah kemana-mana, ia bisa menyebabkan gangguan fisik maupun emosional, sayangnya kita selama ini beranggapan bahwa stres sebagai penyakit yang lebih gampang menyerang mental, memang, pengaruh buruk stres terhadap kesehatan mental sangat mengerikan, namun dampak terhadap kesehatan fisik pun tidak bisa dinggap enteng.

Saya perna dengar, Mag itu disebabkan oleh stres bahasa psikiaternya kalau tidak salah "lambung menangis" namun cuma itu yang saya tau gangguan fisik yang diakibatkan serangan stres, selebihnya mungkin lebih pada gangguan mental, tapi bagaimanapun juga stres adalah satu gangguan yang sangat berbahaya, maka dari itu marilah kita ukur tingkat stres kita mulai dari sekarang.

"Thomas holmes mencoba membuat suatu ukuran atau skala untuk menentukan tingkat stresor yang dapat menciptakan stres, ia menyusun kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi fisik dan mental manusia, kemudian memberi nilai sesuai bobot kejadiannya, sebagai contoh Holmes menganggap meninggalnya pasangan hidup seseorang merupakan biang stres yang paling besar, sehingga dia memberi bobot meninggalnya istri/suami dengan nilai tertinggi (100)"

Pringkat stresor selengkapnya sebagai berikut :

  1. Kematian suami/istri (100)
  2. Perceraian (65)
  3. Kematian keluarga dekat (63)
  4. Tersinggung/berpenyakit tertentu (53)
  5. Perkawinan (50)
  6. Kehilangan jabatan (47)
  7. Pensiun (45)
  8. Rujuk dalam perkawinan (45)
  9. Gangguan kesehatan keluarga (44)
  10. Kehamilan istri (40)
  11. Kesulitan seksual (39)
  12. Tambah anggota keluarga baru (39)
  13. Perubahan status keuangan (38)
  14. Kematian kawan dekat (37)
  15. Beralih jenis pekerjaan (36)
  16. Konflik suami istri (35)
  17. Menggadaikan rumah (31)
  18. Cegah penggadaian (30)
  19. Berubah tanggung jawab kerja (29)
  20. Konflik dengan ipar,mertua,menantu (29)
  21. Anak meninggalkan rumah (29)
  22. Istri berhenti kerja (29)
  23. Prestasi diri hebat (28)
  24. Mengubah kebiasaan pribadi (24)
  25. Kesulitan dengan atasan (23)
  26. Pindah rumah (20)
  27. Perubahan jam/syarat kerja (20)
  28. Pindah sekolah (20)
  29. Perubahan dalam hiburan (19)
  30. Perubahan kegiatan sosial (18)
  31. Pinjaman dengan jaminan rumah (17)
  32. Perubahan kebiasaan tidur (16)
  33. Frekuensi pertemuan keluarga berubah (15)
  34. Kebiasaan makan berubah (15)
  35. Berlibur (13)
  36. Pelanggaran hukum ringan (11)

Baca kembali peringkat diatas kali ini sambil memberi tanda stresor mana yang sedang menghantui anda, jika jumlah stesor yang ditandai mencapai (atau melebihi ) angka 300, berarti anda dalam kondisi stres dan mudah kolaps dan masuk dalam kondisi distres.


Selamat Berhitung....
"sumber : intisari (kumpulan artikel psikolog 3)"

Jumat, 23 Oktober 2009

Udang Goreng Tepung

Hari ini aktivitasku cukup membuatku sedikit repot, bayangkan mulai pagi sampai jam makan siang tiba aku belum juga sempat menikmati yang namanya makan siang, hmm... sepertinya cacing dalam perutku ini sudah menyiapkan pasukan untuk berdemo karena pasokan makanan untuk mereka siang ini belum juga tiba, sejenak ku lihat jam dimeja kerjaku, waw ternyata sudah pukul 14:30 oh tidak... aku harus segera meninggalkan pekerjaanku sejenak, ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, walaupun laporan pajak perusahaan masih banyak yang ngaco dan bermasalah tapi kalau aku sakit ini lebih bermasalah lagi... ya aku harus pergi makan.

"Kafe Sebrang", hanya ini tempat makan yang paling dekat dengan kantorku, makanya aku langsung bergegas pergi ke sana, dalam perjalanan aku berpikir "hmm... makan apa ya sekarang...? yang murah tapi lumayan bisa mengganjal perutku...?" akhirnya aku sampai juga di tempat yang aku tuju "Mbak nasi goreng seafood satu, dibungkus aja ya, nanti aku ambil" setelah aku menyeesaikan administrasinya "Bayar dimuka" lalu aku bergegas pergi ke sebuah super market karena ada yang harus aku beli disana, kira-kira 20 menit aku sudah kembali lagi ke tempat aku memesan makanan, "mas tumben kok dibungkus....?" seorang pelayan kafe bertanya saat aku tiba dan duduk menunggu makananku siap untuk dibawa pulang, "ya mbak lagi banyak kerjaan nih" jawabku singkat sambil menerima bungkusan kecil yang diberikan salah seorang pelayan kafe itu, "terima kasih ya mbak" lalu aku bergegas pergi meninggalkan tempat itu.

Sampai dikantor lalu aku simpan bungkusan itu di meja tempat makan sementara "hanya dipakai dalam keadaan darurat", lalu aku mengambil gelas dan duduk menunggu makananku dingin, karena aku memang selalu makan apabila makanan itu sudah mulai dingin, akhirnya aku sudah tidak sabar menunggu untuk segera menyantap menu makan sore ini, lalu aku buka itu bungkusan dengan perlahan "hmm... kok tumben ya nasi goreng pake dua kotak sih...? apanya yang dipisah...? biasanya hanya satu kotak...?" biarlah yang penting aku bisa makan sekarang, tapi keanehan seketika muncul ketika kotak pertama yang kubuka hanya berisi nasi putih saja. "hah... kok isinya nasi putih ya....? sejak kapan nasi goreng dipisah antara nasi dan bumbunya...? aku mulai menggerutu dalam hati, lalu kubuka satu kotak terakhir dan semakin kagetlah aku dibuatnya, ternyata isinya satu porsi udang goreng tepung lengkap dengan saos kecap dan sambalnya, "makan enggak, makan enggak....?" ah boda lah aku makan saja hidangan tak bertuan itu, paling besok aku ditagih karena uang yang kubayar kurang, tapi setelah selesai makan aku malah tertawa tak tertahannkan aku membayangkan orang yang sudah ngiler mau makan udang goreng tepung eh dapet sebungkus nasi goreng seafood, "mudah- mudahan orang itu gak alergi seafood ya... "

Kamis, 22 Oktober 2009

LDR Yang Melelahkan

Sejenak aku berpikir, apasih yang dapat aku harapkan dari sebuah LDR...?
mungkin mereka benar, memang tidak mudah menjalani LDR, bahkan ada yang bilang "mendingan enggak deh dari pada harus LDR" ya ya ya.. aku semakin berpikir, bagi mereka yang LDR denga setatus yang jelas, dalam arti mereka memang sudah saling kenal satu sama lain sebelum akhirnya memutuskan untuk LDR, itu saja banyak yang memble dan akhirnya berakhir dengan begitu saja, Apalagi LDRku ini, udah LDR, gak pernah kenal sebelumnya dan yang paling mantap ketemu aja belom... hmm apa aku gila ya saat itu..

Akhirnya aku merasakan bete-nya LDR dari mulai tiap malem cuman nelpon ditambah lagi harus nyiapin pulsa telpon sebanyak-banyaknya kalo pengen komunikasi lancar, ditambah lagi rasa gak percaya terhadap pasangan yang akhirnya bikin dongkol sendiri, huh... tapi aku sadar bukan waktunya untuk mengeluh... lagian aku juga kan yang nekat LDR, mungkin semuanya adalah pelajaran yang harus aku lalui agar aku dapat sampai "kesana", hey.. tapi kenapa semua hal yang tak kusuka selalu datang silih berganti, bagai jalan panjang yang tak berujung..?, Aku iri dengan mereka semua, aku iri saat aku terbaring sakit dan hanya telpon dan suaranya yang menemaniku sampai kusembuh, hmm.. apakah indahnya dunia ini hanya milik kalian...? apakah aku tak bisa merasakan kebahagiaan hanya karena aku menjalani LDR...?, entahlah aku tak tau jawabannya.

Waktunya telah tiba, waktu liburan panjangku telah tiba, berarti aku bisa berangkat ke kota itu "kota kembang impianku" seketika aku seakan tak perduli lagi akan sekelilingku aku tak perduli lagi apa yang mereka lakukan yang ada di otakku hanyalah bandung,bandung dan bandung, sepertinya hanya kota itu yang bisa memberi ketenangan bagiku saat itu, tapi apa yang terjadi hmm... aku belum ditakdirkan bertemu dengannya, memang semua halangan datang dari diriku sendiri,dari mulai penyakitku yang kumat, aku yang harus berkumpul bersama keluarga karena waktu itu adalah hari raya idul fitri,semua seakan menambah lengkap deritaku karena sebuah LDR.

hmm.. walau capek, bete, dongkol, keki, sebel, tapi aku yakin, aku bisa LDR.

Rabu, 21 Oktober 2009

Dia Datang Lewat Facebook

Facebook...
kata ini buatku mempunyai makna tersendiri bagi kehidupanku sekarang ini,bukan karena trend bukan juga karena situs jejaring sosial ini sedang buming diman-mana termasuk dikota tempatku tinggal sekarang "Bekasi", bagiku kata itu memiliki makna yang tak mungkin bisa kulupa, kenapa...? begini ceritanya...

Kira-kira dua bulan yang lalu ketika aku sedang larut dalam kesendirianku, FB selalu setia menemaniku, maklum temanku tersebar di tiap kota yang ada di belahan negeri ini,dengan kata lain FB lah yang menjembatani hubunganku dengan mereka, hmm.. cukup terhibur diriku saat itu, dari pagi sampai malam temanku datang silih berganti menyapa dan berkomunikasi lewat situs jejaring sosial ini, ya aku rasa itu sedikit cukup membantu melupakan kenyataan bahwa aku sedang hidup sendiri "Jomblo tingkat tinggi".

Masih seperti biasa aku selalu menyempatkan membuka FB di sela-sela kesibukannku, sampai pada suatu sore ketika aku sedang asik Chat dengan kawan-kawanku tiba-tiba muncul satu Obrolan baru di kotak chat ku "Hai apa kabar...?" kata itu mengawali perbincangan kita lewat dunia maya sore itu, hmm... ternyata dia seorang cewek asal bandung yang pernah aku Add beberapa waktu yang lalu ketika aku mencari teman-teman satu kantorku di FB, dan ternyata dia masih satu kantor dengannku hanya saja kita berbeda cabang.

Semenjak sore itu kita semakin sering ketemu di dunia maya, tak terasa kitapun semakin akrab "sampai tukeran No Hp segala..", "hmm.. Ni cewek asik juga ya..." hanya itu perasaan yang ku rasakan saat itu, sampai disuatu ketika karena saking asiknya kita Chat tanpa aku sadari aku bilang kalo aku suka sama dia "hmm.. padahal emang niat bilang sih" padahal aku tau waktu itu pasti dia bilang tidak, atau tak mau jawab, atau bisa jadi dia perlahan menghindar dan menjauh, ya wajar kalau aku berpikiran seperti itu karena aku sadar kita tak perbah bertemu sebelumnya, udah gitu nyatainya lewat FB pula "hmm... bodohnya diriku waktu itu" tapi hal yang tak terduga begitu saja terjadi "Ya.. aku juga ngerasa nyaman sama kamu" satu jawaban yang sungguh melegakan hati.

Akhirnya semua mengalir begitu saja, laksana air yang mengalir mencari dataran yang lebih rendah untuk tempat persinggahan terakhir, "Kita LDR... Ya Kita sekarang LDR" itu komitmen kita di awal cerita ceria kita....
 

Cerita Ceria Kita. Design By: SkinCorner